{"id":149,"date":"2026-11-03T08:40:00","date_gmt":"2026-11-03T01:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/?p=149"},"modified":"2026-11-03T08:57:04","modified_gmt":"2026-11-03T01:57:04","slug":"bnpb-luas-karhutla-enam-wilayah-742-hektare-bara-gambut-masih-mengintai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/?p=149","title":{"rendered":"BNPB: Luas Karhutla di Enam Wilayah Tercatat 742 Hektare, Bara Gambut Masih Mengintai"},"content":{"rendered":"<p>Jumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia mulai menurun setelah hujan turun dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa bara api di bawah permukaan tanah gambut belum sepenuhnya padam dan masih dapat memicu kebakaran baru.<\/p>\n<p>Dalam konferensi pers pada Senin, 2 November 2026, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan bahwa luas lahan terbakar yang dipaparkan untuk enam wilayah mencapai 742 hektare berdasarkan data per 1 November. Penurunan terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan, tetapi petugas tetap diminta siaga karena api bawah tanah dapat bertahan meskipun permukaan lahan telah diguyur hujan.<\/p>\n<h2>Kalimantan Tengah mencatat area terdampak terbesar<\/h2>\n<p>Rincian BNPB menunjukkan Kalimantan Tengah memiliki luas terdampak 351 hektare. Papua Selatan tercatat 253 hektare, Sulawesi Tenggara 95 hektare, Nusa Tenggara Timur 16 hektare, Kalimantan Barat 19 hektare, dan Bangka Belitung 8 hektare. Data tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berpusat di Sumatra dan Kalimantan, tetapi juga perlu memperhatikan wilayah lain yang masih memiliki titik kebakaran.<\/p>\n<p>BNPB menyebut luas di Kalimantan Tengah turun 42 persen, Papua Selatan turun 56 persen, Sulawesi Tenggara turun 63 persen, dan Nusa Tenggara Timur turun 36 persen. Sementara itu, luas yang dilaporkan di Bangka Belitung naik 100 persen dan Kalimantan Barat naik 217 persen. Persentase tersebut menggambarkan perubahan pada wilayah yang dipantau, sehingga perlu dibaca bersama angka luas dan periode pengukurannya.<\/p>\n<h2>Mengapa hujan belum tentu memadamkan api gambut?<\/h2>\n<p>Lahan gambut memiliki lapisan bahan organik yang dapat menyimpan panas dan bara di bawah permukaan. Api yang tidak terlihat dari atas dapat terus membara, kemudian muncul kembali ketika kondisi mengering atau mendapat pasokan oksigen. Karena itu, hujan yang membasahi permukaan tidak selalu berarti kebakaran telah selesai.<\/p>\n<p>Petugas perlu melakukan pendinginan dan pemeriksaan lapangan untuk memastikan bara tidak tersisa. Pemantauan titik panas dari satelit dapat membantu menentukan lokasi yang perlu diperiksa, tetapi indikasi panas tetap perlu diverifikasi karena tidak setiap hotspot otomatis berarti kebakaran aktif. Pemeriksaan darat dan udara diperlukan agar operasi diarahkan pada lokasi yang benar.<\/p>\n<h2>Dampak meluas ke kesehatan dan aktivitas warga<\/h2>\n<p>Karhutla dapat menghasilkan kabut asap yang mengurangi jarak pandang, mengganggu transportasi, dan menurunkan kualitas udara. Warga di sekitar lokasi kebakaran dapat mengalami iritasi mata, batuk, dan gangguan pernapasan. Sekolah, fasilitas kesehatan, serta kelompok masyarakat yang bekerja di luar ruangan perlu menyesuaikan kegiatan berdasarkan kondisi udara setempat.<\/p>\n<p>Asap juga dapat bergerak mengikuti arah angin dan melintasi batas kabupaten atau provinsi. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu berbagi informasi mengenai titik api, arah sebaran asap, jalur evakuasi, dan kondisi fasilitas kesehatan. Komunikasi yang cepat membantu warga mengambil langkah pencegahan sebelum kualitas udara memburuk.<\/p>\n<h2>Pencegahan harus dilakukan sebelum api muncul<\/h2>\n<p>Pembukaan lahan dengan cara membakar meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika vegetasi dan gambut berada dalam kondisi kering. Pemerintah perlu memperkuat patroli, edukasi kepada masyarakat dan perusahaan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran. Pengelolaan tata air gambut dan pemulihan kawasan yang rusak juga penting untuk mengurangi kerentanan jangka panjang.<\/p>\n<p>Masyarakat dapat berperan dengan tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api, menjaga sumber air di sekitar kawasan rawan, dan segera melaporkan asap atau titik api kepada petugas. Pelaporan sedini mungkin memberi kesempatan bagi tim pemadam untuk bertindak sebelum api meluas dan sulit dijangkau.<\/p>\n<h2>Waspada meski hujan mulai turun<\/h2>\n<p>BNPB menegaskan bahwa petugas di berbagai daerah tetap siaga untuk memadamkan titik api dan mencegah kebakaran kembali membesar. Penurunan luas atau jumlah hotspot merupakan perkembangan positif, tetapi belum menjadi alasan untuk menghentikan pemantauan. Wilayah gambut membutuhkan pemeriksaan berulang karena bara dapat bertahan di bawah tanah.<\/p>\n<p>Penanganan karhutla perlu menggabungkan pemadaman, pemantauan, perlindungan warga, pemulihan ekosistem, dan penegakan hukum. Dengan langkah yang konsisten, hujan dapat menjadi bantuan alamiah bagi operasi pemadaman, sementara pengawasan memastikan bara yang tersisa tidak berubah menjadi kebakaran baru.<\/p>\n<p>Penggunaan data satelit perlu disertai verifikasi lapangan agar petugas dapat membedakan titik panas yang berasal dari kebakaran, aktivitas industri, atau sumber panas lain. Di lahan gambut, pemeriksaan juga perlu menjangkau lapisan bawah permukaan. Pendinginan yang hanya dilakukan di bagian atas dapat menyisakan bara yang kemudian muncul kembali saat cuaca mengering.<\/p>\n<p>Perusahaan yang beroperasi di kawasan rawan perlu memastikan sarana pencegahan tersedia, termasuk sekat kanal, sumber air, regu pemadam, dan sistem pelaporan. Pemerintah dapat memperkuat pengawasan dengan menggabungkan citra satelit, laporan warga, patroli, dan pemeriksaan izin. Pencegahan yang terencana akan mengurangi risiko kerusakan hutan, gangguan kesehatan, serta biaya pemadaman yang harus ditanggung masyarakat.<\/p>\n<p><em>Data luas wilayah terdampak dalam artikel ini merujuk pada pemaparan BNPB mengenai kondisi per 1 November 2026 yang diberitakan pada 2 November 2026.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BNPB menyebut luas kebakaran di enam wilayah mencapai 742 hektare per 1 November. Hujan menekan titik api, tetapi bara di bawah permukaan gambut belum sepenuhnya padam.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":141,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[92,15,14,118,93],"class_list":["post-149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peristiwa-nasional","tag-bnpb","tag-kalimantan-tengah","tag-karhutla","tag-kebakaran-hutan","tag-mitigasi-bencana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=149"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/149\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":157,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/149\/revisions\/157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sorotnegeri.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}