Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pemerintah daerah mengoperasikan bus yang dilengkapi tabung oksigen dan tenaga medis untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kualitas udara yang buruk.
Reuters melaporkan pada 27 Oktober 2026 bahwa Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 350.000 kasus gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kebakaran sejak Agustus hingga 25 Oktober. Dari jumlah tersebut, sekitar 31.000 kasus dilaporkan di Kalimantan Tengah. Angka tersebut merupakan data yang disampaikan kementerian kepada media dan menggambarkan besarnya beban kesehatan selama periode kebakaran.
Bus oksigen menjadi layanan bantuan sementara
Bus layanan kesehatan di Palangka Raya dilengkapi tabung oksigen dan didatangi tenaga medis. Warga yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh dukungan oksigen singkat, sementara petugas mencatat kondisi dan data pasien. Dinas kesehatan provinsi menyebut layanan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau membutuhkan dukungan oksigen ketika kualitas udara tidak sehat.
Layanan bergerak dapat membantu menjangkau warga di lokasi yang terdampak, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit. Orang yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, bibir membiru, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan medis segera. Penggunaan oksigen juga harus dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan, bukan sebagai pengganti diagnosis.
Partikel asap dapat memperburuk penyakit
Asap kebakaran mengandung partikel halus dan gas yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan dapat memicu iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak, serta memperburuk asma atau penyakit paru dan jantung yang sudah ada. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena dapat lebih rentan terhadap dampak polusi.
Reuters melaporkan bahwa indeks polusi di sejumlah lokasi di Kalimantan dan Sumatra pernah menunjukkan angka di atas 1.000, sementara pembacaan 300 atau lebih telah dikategorikan berbahaya dalam skala yang digunakan. Angka kualitas udara dapat berubah dari jam ke jam dan berbeda antarstasiun, sehingga masyarakat sebaiknya memeriksa informasi berdasarkan lokasi, bukan menganggap satu angka berlaku untuk seluruh provinsi.
Langkah perlindungan bagi keluarga
Ketika kualitas udara memburuk, warga dapat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan membatasi waktu anak bermain di luar. Jika harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pasang dengan rapat. Masker kain tipis tidak memberikan perlindungan setara dengan respirator partikulat yang terpasang baik. Orang yang memiliki penyakit pernapasan perlu mengikuti rencana pengobatan dari dokter dan memastikan obat rutin tersedia.
Di dalam rumah, tutup jendela dan pintu ketika asap pekat masuk, kurangi sumber asap tambahan seperti pembakaran sampah atau merokok, serta bersihkan permukaan yang berdebu dengan cara yang tidak membuat partikel kembali beterbangan. Bila tersedia, penyaring udara dengan filter partikulat dapat membantu, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan ukuran ruangan dan kondisi alat.
Orang tua sebaiknya memperhatikan gejala pada anak, seperti batuk yang tidak biasa, napas cepat, mengi, atau anak tampak lemas. Jika gejala memburuk, segera hubungi fasilitas kesehatan. Sekolah dan tempat kerja juga perlu menyesuaikan kegiatan luar ruangan berdasarkan informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah.
Penanganan kesehatan harus berjalan bersama pemadaman
Pelayanan medis menangani dampak paparan, tetapi sumber masalah harus dikendalikan melalui pemadaman dan pencegahan kebakaran. Kebakaran di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan sehingga hujan tidak selalu langsung memadamkan seluruh bara. Pemerintah perlu memastikan operasi pendinginan, pemantauan titik panas, penegakan hukum terhadap pembakaran, dan pemulihan lahan dilakukan secara konsisten.
Kasus kabut asap juga menuntut koordinasi lintas daerah karena asap dapat bergerak mengikuti arah angin dan melintasi batas administratif. Informasi kesehatan, pemantauan kualitas udara, dan kesiapan fasilitas layanan perlu dibagikan agar respons tidak terlambat. Bus oksigen di Palangka Raya merupakan bantuan penting bagi warga, namun perlindungan jangka panjang hanya tercapai jika kebakaran dicegah dan kualitas udara kembali aman.
Fasilitas kesehatan di wilayah terdampak perlu menyiapkan ruang konsultasi, obat untuk penyakit pernapasan, alat pelindung bagi petugas, serta mekanisme rujukan ketika pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut. Data kunjungan dapat membantu dinas kesehatan melihat kelompok usia dan lokasi yang paling terdampak. Informasi tersebut juga penting untuk menentukan apakah layanan bergerak perlu dipindahkan ke permukiman lain.
Pemerintah daerah sebaiknya menyampaikan pembaruan kualitas udara secara berkala dengan penjelasan yang mudah dipahami. Warga perlu mengetahui kapan aktivitas luar ruangan perlu dibatasi, sekolah perlu menyesuaikan kegiatan, atau kelompok rentan sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Langkah sederhana ini tidak menghilangkan sumber asap, tetapi dapat mengurangi paparan sambil operasi pemadaman terus berlangsung.
Data kasus yang dikutip merupakan laporan Kementerian Kesehatan sebagaimana diberitakan Reuters, dengan periode pencatatan hingga 25 Oktober 2026.